"Kalau berhasil, saya kasih tahu teman-teman. Mereka biasanya langsung ikut mencoba."
"Kalau berhasil, saya kasih tahu teman-teman. Mereka biasanya langsung ikut mencoba." Kalimat sederhana itu terlontar dari Pak Yono, seorang petani di Jakarta Barat yang memiliki semangat besar untuk terus belajar dan berkembang.
Di tengah hamparan sawah yang masih tersisa di Jakarta Barat, Senin (15/6/2026), Pak Yono bercerita bagaimana dirinya memanfaatkan teknologi digital untuk menambah pengetahuan. Melalui YouTube dan Facebook, ia belajar secara mandiri tentang penyakit tanaman padi, varietas unggul terbaru, hingga teknik pemupukan yang lebih efektif.
“Dari YouTube dan Facebook saya banyak belajar sendiri tentang penyakit tanaman padi, varietas baru, juga cara pemupukan. Setelah saya praktikkan dan berhasil, saya sampaikan ke teman-teman, dan mereka ikut menerapkan,” ungkapnya semangat.
Cerita itu menggambarkan wajah baru petani Indonesia yang semakin terbuka terhadap informasi dan teknologi. Kini, petani tidak lagi dibatasi oleh jarak. Mereka dapat terhubung, belajar, dan berbagi pengalaman dengan petani lain di berbagai daerah kapan saja dan di mana saja.
Percakapan berlangsung diiringi suara mesin mini combine harvester yang sibuk memanen padi. Di balik aktivitas panen tersebut, tersimpan optimisme besar terhadap masa depan pertanian yang lebih maju dan produktif.
Semangat Pak Yono juga terlihat saat diperkenalkan dengan konsep Pertanian Modern – Advance Agriculture System (PM-AAS). Tanpa ragu, ia langsung memberikan dukungan terhadap penerapan teknologi tersebut.
“Kalau potensinya bisa sampai 10 ton per hektare, siapa yang tidak mau?” ujarnya.
Bagi petani yang memiliki pola pikir maju seperti Pak Yono, berbagai inovasi pertanian tidak hanya diterima, tetapi juga dianalisis secara kritis dan dipertimbangkan untuk diterapkan sesuai kondisi lahan mereka.
Rencananya, implementasi PM-AAS di Jakarta akan dimulai minggu ini melalui tahap pengolahan lahan, sementara penanaman dijadwalkan berlangsung sekitar satu bulan mendatang.
Menjelang siang, obrolan harus diakhiri karena Pak Yono kembali melanjutkan aktivitas panennya. Namun semangat yang ditinggalkannya menjadi energi tersendiri bagi tim BRMP Jakarta.
Pak Yono membawa keyakinan baru bahwa Jakarta bukan hanya kota metropolitan, tetapi juga dapat menjadi salah satu lokasi pembuktian bahwa modernisasi pertanian mampu menjawab tantangan peningkatan produksi dan produktivitas pangan secara luar biasa.